thumbnail

SOAL LATIHAN UJIAN SEKOLAH SD / MI TAHUN 2016

Posted by INFO SEKOLAH on Wednesday, December 30, 2015

APLIKASI SOAL LATIHAN UJIAN  SEKOLAH SD / MI TAHUN 2016

Aplikasi Soal Latihan dan Pembahasan US atau Ujian Sekolah SD / MI Tahun 2016 (2015/2016) ini adalah sarana untuk tryout bagi siswa kelas 6 SD / MI untuk latihan soal Ujian Sekolah  SD / MI yang dilakukan secara online.
Blog, Updated at: 5:05 PM
thumbnail

APLIKASI SOAL LATIHAN UN SMK / MAK TAHUN 2016

APLIKASI SOAL LATIHAN UN SMP/MTS, SMA/MA ATAU SMK/MA

Aplikasi soal Latihan UN SMP/MTS, SMA/MA atau SMK/MA ini adalah sarana untuk tryout Ujian Nasional SMP/MTS dan SMA/MA/SMK yang dilakukan secara online.
Blog, Updated at: 10:50 AM
thumbnail

APLIKASI SOAL LATIHAN UN SMA/MA TAHUN 2016

APLIKASI SOAL LATIHAN UN SMP/MTS, SMA/MA ATAU SMK/MA

Aplikasi soal Latihan UN SMP/MTS, SMA/MA atau SMK/MA ini adalah sarana untuk tryout Ujian Nasional SMP/MTS dan SMA/MA/SMK yang dilakukan secara online.
Blog, Updated at: 10:49 AM
thumbnail

APLIKASI LATIHAN SOAL UN SMP/MTS 2016

APLIKASI SOAL LATIHAN UN SMP/MTS, SMA/MA ATAU SMK/MA

Aplikasi soal Latihan UN SMP/MTS, SMA/MA atau SMK/MA ini adalah sarana untuk tryout Ujian Nasional SMP/MTS dan SMA/MA/SMK yang dilakukan secara online.
Blog, Updated at: 10:48 AM
thumbnail

PENGERTIAN DAN ASPEK KEPRIBADIAN ANAK

Posted by INFO SEKOLAH on Saturday, December 26, 2015

Pengertian Kepribadian Anak

Di dalam pergaulan atau percakapan sehari-hari, tidak jarang kita mendengar dan bahkan menggunakan kata pribadi atau kepribadian, tanpa memikirkan lebih lanjut apa arti yang sebenarnya dari kata-kata itu. Ucapan-ucapan seperti: itu adalah pendapat “pribadi” saya, si A memang orang yang “kepribadiannya” teguh, si B orang “pribadinya” lemah dan sebagainya, menunjukkan kepada kita bermacam-macam penggunaan kata “pribadi” dan “kepribadian”  itu, sehingga makna atau arti tersebut di atas di samping untuk menunjukkan terhadap individu seseorang yang berdiri sendiri terlepas dari individu yang lain, biasanya selalu dikaitkan dengan pola-pola tingkah laku manusia yang berhubungan dengan norma-norma yang baik, itu dipakai untuk menunjukkan adanya ciri-ciri yang khas pada individu seseorang.
Blog, Updated at: 10:05 AM
thumbnail

MINAT BELAJAR SISWA

Posted by INFO SEKOLAH on Friday, December 25, 2015

Pengertian Minat Belajar Siswa
Minat merupakan suatu keadaan di mana seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai keiinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikannya lebih lanjut. Minat timbul karena adanya perhatian yang mendalam terhadap suatu obyek, di mana perhatian tersebut menimbulkan keinginan untuk mengetahui, mempelajari, serta membuktikan lebih lanjut. Hal itu menunjukkan, bahwa dalam minat, di samping perhatian juga terkandung suatu usaha untuk mendapatkan sesuatu dari obyek minat tersebut.

Menurut M. Buchori (1999:135) minat adalah kesadaran seseorang, bahwa suatu objek, seseorang, suatu soal atau situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya. Jadi minat harus dipandang sebagai suatu sambutan yang sadar, kalau tidak demikian minat itu tidak memiliki arti sama sekali. Sedangkan Sardiman AM (1988:76) menyatakan, bahwa minat seseorang terhadap suatu obyek akan lebih kelihatan apabila obyek sasaran bekaitan dengan keinginan dan kebutuhan seseorang yang bersangkutan. Pendapat ini memberikan pengertian, bahwa minat merupakan suatu kondisi yang terjadi apabila berhubungan dengan keinginan atau kebutuhan sendiri, dengan kata lain ada kecenderungan apa yang dilihat dan diamati seseorang adalah sesuatu yang berhubungan dengan keinginan dan kebutuhan seseorang tersebut.



Cony Semiawan (dalam Paimun dkk, 1998:48)  mengatakan, bahwa minat siswa adalah suatu keadaan mental siswa yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau obyek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan kepadanya. Dengan demikian, minat dapat menimbulkan sikap yang merupakan suatu kesiapan berbuat bila ada stimuli khusus sesuai dengan keadaan tersebut.

Sejalan dengan pendapat di atas, S. Nasution (1987:66), menyatakan bahwa minat merupakan pernyataan psikis yang menunjukkan adanya pemusatan pikiran, perasaan, dan kemauan terhadap suatu obyek, karena obyek tersebut menarik perhatian.

Pengertian minat di atas dapat dipahami, bahwa seseorang menaruh minat terhadap suatu obyek karena adanya rangsangan, stimulus, atau dorongan. Rangsangan atau dorongan tersebut, dapat berasal dari kekuatan minat itu sendiri, sehingga dapat disimpulkan bahwa seseorang tidak dapat dikatakan mempunyai minat terhadap suatu obyek tanpa adanya respon atau dorongan terhadap obyek tersebut. Dengan demikian Minat belajar siswa adalah suatu keadaan mental siswa yang menghasilkan respons terarah kepada siatuasi belajar yang menyenangkan dan memberikan kepuasan kepadanya. Dengan demikian, minat belajar siswa dapat menimbulkan sikap yang merupakan suatu kesiapan siswa untuk belajar bila ada stimuli khusus sesuai dengan materi yang diajarkan.


Belajar adalah aktifitas mental atau psikhis yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara ndividu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relativ tetap dalam aspek-aspek : kognitif, psikomotor dan afektif. Perubahan tersebut dapat berubah sesuatu yang sama sekali baru atau penyempurnaan / peningkatan dari hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.

Menurut Slavin dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan proses perolehan kemampuan yang berasal dari pengalaman. Menurut Gagne dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku.

Sedangkan menurut Bell-Gredler dalam Udin S. Winataputra (2008) pengertian belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies, skills, and attitude. Kemampuan (competencies), keterampilan (skills), dan sikap (attitude) tersebut diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat.

Selanjutnya Sardiman A.M. (2003 : 22) menyatakan: “Belajar sebagai suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori”. Dalam proses interaksi ini terkandung dua maksud yaitu:
  1. Proses Internalisasi dari sesuatu ke dalam diri yang belajar.
  2. Proses ini dilakukan secara aktif dengan segenap panca indera ikut berperan.


Dari uraian tentang belajar di atas peneliti berpendapat bahwa dalam belajar terjadi dua proses yaitu 1. perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang sedang belajar, 2. interaksi dengan lingkungannya, baik berupa pribadi, fakta, dsb.


Jadi, minat belajar siswa dapat pula diartikan sebagai pernyataan psikis yang menunjukkan adanya pemusatan pikiran, perasaan, dan kemauan siswa  terhadap pelajaran dan pembelajaran, karena pelajaran dan pembelajaran tersebut menarik perhatian.

Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya, dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Marshell (dalam Moh. Uzer Usman,2001:94), mengemukakan 22 macam minat, di antaranya ialah bahwa anak memiliki minat terhadap belajar. Dengan demikian, pada hakikatnya setiap anak berminat pada belajar.

Beberapa ahli pendidikan berpendapat, bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat yang telah ada. Hal tersebut, dikemukakan oleh Tanner dan Tanner (dalam Slameto, 1991:138), bahwa agar para pelajar juga berusaha membentuk minat-minat baru pada siswa, ini dapat dicapai dengan memberikan informasi pada siswa mengenai hubungan antara satu pelajaran yang akan diberikan dengan bahan pelajaran yang lalu, menguraikan kegunaan bagi siswa yang akan datang. Hal senada dikemukakan oleh Rooijakkers (1980), bahwa minat dapat pula dicapai dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan suatu berita sensasional yang sudah diketahui kebanyakan siswa.

Mengembangkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajari dengan dirinya sendiri sebagai individu, proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya, melayani tujuan-tujuannya, dan memuaskan kebutuhannya. Bila siswa menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting, dan jika siswa melihat bahwa hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya, kemungkinan besar ia akan berminat.

Faktor- faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa
William James, sebagaimana yang dikutif oleh Moh. Uzer Usman (2001:95) melihat bahwa minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa. Jadi, minat merupakan faktor yang menentukan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar.  Selanjutnya Kurt Singer (1987:95)  mengemukakan beberapa faktor yang dapat menimbulkan minat terhadap pelajaran, sebagai berikut:

  1. Pelajaran akan menarik murid jika terlihat adanya hubungan antara pelajaran dan kehidupan nyata.
  2. Bantuan yang diberikan guru terhadap anak didiknya dalam mencapai tujuan tertentu.
  3. Adanya kesempatan yang diberikan guru terhadap siswa untuk berperan aktif  dalam proses belajar mengajar.
  4. Sikap yang diperlihatkan guru dalam usaha meningkatkan minat siswa, sikap seorang guru yang tidak disukai oleh anak didik tentu akan mengurangi minat dan perhatian siswa terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh guru yang bersangkutan.



Singgih D. Gunarsa dan Ny. Y. Singgih Gunarsa  (1995:69) menyebutkan, bahwa minat akan timbul dari sesuatu yang telah diketahui, dan kita dapat mengetahui sesuatu dari belajar. Jadi, apabila seseorang belum pernah mendengar tentang sesuatu maka ia tidak akan menaruh minat terhadapnya. Minat tersebut, muncul dari sesuatu yang telah diketahui dan untuk mengetahui  minat tersebut adalah melalui belajar.

Di samping itu, faktor lain yang dapat mempengaruhi timbulnya minat seseorang adalah adanya kesempatan. Hal ini, sebagaimana yang diungkapkan oleh Andi Mappeira (1983:63), bahwa minat akan muncul jika ada kesempatan untuk pemunculan minat tersebut.  Jadi, dengan adanya kesempatan yang diberikan pada seseorang yang pada awalnya tidak berminat terhadap pelajaran pendidikan agama Islam, namun karena adanya kesempatan dan faktor lainnya, kemungkinan sekali ia akan menjadi berminat untuk mempelajari pelajaran tersebut.

Sedangkan Nasution (1995:47) menyatakan, bahwa minat dapat ditimbulkan atau dibangkitkan dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Bangkitkan suatu kebutuhan (kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapatkan penghargaan).
  2. Hubungan dengan pengalaman yang telah lalu.
  3. Beri kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik, “Nothing succed like succed”, tak ada yang lebih memberi hasil yang baik daripada hasil yang baik. Untuk itu, bahan pelajaran harus sesuai dengan kesanggupan individu.
  4. Gunakan berbagai bentuk metode belajar seperti, diskusi, kerja kelompok, membaca, dan sebagainya.

Pentingnya Minat Belajar Siswa
Menurut Moh. Uzer Usman (2001:21)  Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar.  Kemudian Ia juga menyatakan, bahwa minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat, seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu.

Dari pernyataan di atas, dapat dikatakan bahwa orang yang mempunyai minat terhadap sesuatu, ia akan berusaha lebih keras untuk memperoleh sesuatu yang diminatinya atau dengan kata lain dengan adanya minat dalam diri seseorang, maka ia akan termotivasi untuk mendapatkan sesuatu itu. Misalnya, seorang anak menaruh minat terhadap bidang olahraga sepak bola, maka ia akan berusaha untuk mempelajari dan mengetahui lebih banyak tentang olahraga sepak bola.

Mengingat pentingnya minat dalam belajar, Ovide Declory yang dikutip oleh Moh. Uzer Usman (2001:17), mendasarkan sistem pendidikannya pada pusat minat yang pada umumnya dimiliki oleh setiap orang, yaitu minat terhadap makanan, perlindungan terhadap pengaruh iklim (pakaian dan rumah), memperhatikan diri terhadap macam-macam bahaya dan musuh, bekerjasama dalam olahraga. Dengan demikian, pada hakikatnya setiap anak berminat terhadap belajar, dan guru sendiri hendaknya berusaha membangkitkan minat anak terhadap belajar.
Blog, Updated at: 6:56 AM
thumbnail

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME

Posted by INFO SEKOLAH on Tuesday, December 22, 2015



Teori belajar behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek-aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Teori kaum behavorisme lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar.
Blog, Updated at: 6:02 AM
thumbnail

PENGERTIAN DAN HAKEKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN



Belajar adalah aktifitas mental atau (Psikhis) yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara ndividu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relativ tetap dalam aspek-aspek : kognitif, psikomotor dan afektif. Perubahan tersebut dapat berubah sesuatu yang sama sekali baru atau penyempurnaan / penigkatan dari hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.
Blog, Updated at: 5:34 AM
thumbnail

PEMENANG SAYEMBARA PENULISAN SURAT UNTUK PRESIDEN

Posted by INFO SEKOLAH on Monday, December 21, 2015



Dewan juri telah memutuskan dan menetapkan pemenang sayembara “Penulisan Surat untuk Presiden”, “Penulisan Cerpen untuk Siswa SMA/SMK”, dan “Karangan Khas untuk Mahasiswa” adalah sebagai berikut
Blog, Updated at: 8:32 AM
thumbnail

DOWNLOAD PANDUAN PENILAIAN SESUAI PERMENDIKBUD NO 53 TAHUN 2015

Posted by INFO SEKOLAH on Friday, December 18, 2015




Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Permendikbud No 53 Tahun 2015 ini merupakan revisi terhadap Permendikbud No 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Blog, Updated at: 6:30 AM
thumbnail

MENDIKBUD MEMPERTIMBANGKAN LANGKAH HUKUM TERHADAP MEDIA SOSIAL YANG MENYAMPAIKAN INFORMASI TAHUN 2016 SEKOLAH KEMBALI MENERAPKAN KURIKULUM 2006

Posted by INFO SEKOLAH on Wednesday, December 16, 2015



Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyesalkan manipulasi pemberitaan melalui media daring dan media sosial terkait penerapan kembali kurikulum tahun 2006 pada tahun 2016. Sementara berita tidak benar itu berasal dari tautan berita lama ( 2014) yang diunggah kembali. Ditemui usai menghadiri rapat kerja bersama dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bertajuk Rancangan Anggaran 2016, Senin malam (14/12/2015), Mendikbud mengungkapkan, pemberitaan itu adalah manipulasi informasi, yang dapat menimbulkan kebingungan.
Blog, Updated at: 6:58 AM
thumbnail

TANGGAPAN PGRI TERKAIT SURAT MENPANRB LARANG GURU HADIRI PERINGATAN HUT PGRI DAN HGN TANGGAL 13 DESEMBER 2015

Posted by INFO SEKOLAH on Tuesday, December 8, 2015

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo menilai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) telah berupaya memberangus organisasi profesi guru melalui surat edaran Nomor B/3909/M.PANRB/12/2015 tertanggal 7 Desember 2015 yang isinya menghimbau guru untuk tidak menghadiri peringatan HUT PGRI dan Peringatan Hari Guru Nasional tanggal 13 Desember 2015
Blog, Updated at: 4:33 AM
thumbnail

MENPANRB MELARANG GURU MENGIKUTI PERINGATAN HARI GURU YANG AKAN DILAKSANAKAN PGRI TANGGAL 13 DESEMBER 2015





Melalui Surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No B/3903/M.PANRB/12/2015 ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Perihal Perayaan Hari Guru tahun 2015. Surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Perihal Perayaan Hari Guru tahun 2015, MenpanRB MELARANG GURU MENGIKUTI PERINGATAN HARI GURU YANG AKAN DILAKSANAKAN PGRI TANGGAL 13 DESEMBER 2015. 
Blog, Updated at: 4:29 AM
thumbnail

JUKNIS HIBAH ATAU BANTUAN PENDANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DARI KEMDIKBUD UNTUK GURU SD SMP SMA SMK TAHUN 2016

Posted by INFO SEKOLAH on Friday, December 4, 2015

Supaya tidak banyak yang bertanya, berikut ini saya rilis Pengumuman Pembatalan Program Bantuan Dana Penulisan PTK PUSLITJAKDIKBUD Untuk Tahun 2016.
Blog, Updated at: 6:38 PM

Cari info

LATIHAN UN 2016

CEK SKTP

---------------------------------

---------------------------------

---------------------------------

---------------------------------

Followers

CB